Jika Anda seorang pemilik bisnis, maka Anda tahu betapa pentingnya server Anda bagi bisnis Anda. Baik menyimpan informasi produk untuk situs eCommerce, riwayat penjualan untuk pengecer fisik, atau catatan pelanggan untuk klien penyedia layanan bisnis-ke-bisnis, data yang disimpan di server pribadi sangat penting untuk kesuksesan perusahaan. Itu berharga, dan langkah-langkah yang diperlukan untuk memeliharanya adalah elemen yang mahal namun penting dalam menjalankan bisnis modern apa pun. Selama bertahun-tahun, satu-satunya solusi praktis untuk penyimpanan data adalah penggunaan server di tempat. Server-server ini jarang datang dengan harga murah dan membutuhkan perawatan oleh profesional TI yang bergaji tinggi dan sangat terlatih. Di luar biaya awal untuk perangkat keras dan personel yang baik, biaya yang mendasari menjalankan ruang server bertambah dengan cepat. Ruang fisik, daya, pengaturan suhu, persyaratan jaringan: semua faktor ini harus dipertimbangkan. Tentu, ada banyak layanan hosting di luar sana yang menawarkan alternatif. Meskipun layanan ini mencakup berbagai solusi hosting, bagaimana jika Anda dapat mengurangi biaya tanpa sepenuhnya melakukan ulang infrastruktur digital Anda saat ini? Melalui penggunaan sumber artikel, ini lebih dari sekadar mimpi yang jauh.

Colocation, juga dikenal sebagai “Co-location” atau “Colo” singkatnya, adalah konsep sederhana pada intinya. Daripada perusahaan menyimpan server di ruang server dalam fasilitas mereka sendiri, colocation memungkinkan bisnis untuk menyewa ruang dan daya dalam pusat data jarak jauh penyedia. Sebagai imbalan atas biaya bulanan, bisnis yang memiliki server dapat menggunakan sumber daya pusat data sambil tetap menggunakan perangkat keras dan personel yang telah mereka bayar. Menggunakan colocation mirip dengan menyewa unit penyimpanan di fasilitas penyewaan penyimpanan besar. Perusahaan yang menyediakan ruang memiliki gedung tersebut. Unit penyimpanan ditawarkan dalam bentuk rak dan sangkar, namun isi wadah tersebut adalah milik pribadi organisasi yang menyewa ruangan tersebut. Pelanggan kemudian diberikan akses 24/7 ke server mereka dalam fasilitas yang dipantau dengan aman. Sementara peralatan disimpan dari jarak jauh, tanggung jawab untuk memelihara server tetap berada pada perusahaan yang memilikinya. Biasanya, ketika membeli layanan colocation, perusahaan yang menyediakan layanan tersebut menawarkan penggunaan ruang fisik, perangkat keras pendingin, penggunaan daya, bandwidth, dan prosedur keamanan fisik / mitigasi bencana. Dari sana, pemilik harus memelihara servernya sendiri. Akibatnya, harga untuk layanan colocation dapat sangat bervariasi. Biasanya biaya ini berkorelasi langsung dengan jumlah ruang fisik yang disewa.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *