Hindari Mengasihani Penyandang Disablitas

Kata siapa penyandang disabilitas tidak bisa menghasilkan karya yang menarik? Dalam sebuah acara penyetaraan penyandang disabilitas, para penyandang disabilitas diberikan pelatihan film. Mereka membagi tugas mereka, mulai dari produser, penulis naskah, sutradara, kameramen, hingga pemain.

Hal yang menjadi sedikit hambatan kreativitas mereka adalah komunikasi, khususnya pada tuna netra dan tuna rungu. Namun kenyataannya, hal ini mampu diatasi dan mereka tetap dapat menghasilkan karya yang menarik https://www.kompasiana.com/molzania1507/5beffe766ddcae715836ed24/berkarya-untuk-bangsa-harapan-baru-penyandang-disabilitas.

Mengasihani mereka bukanlah cara yang tepat untuk menjadi dekat atau mendukung mereka menghadapi kekurangan mereka. Anda harus memberikan semangat dan berusaha semaksimal mungkin untuk memperlakukan mereka layaknya Anda ingin diperlakukan. Tanpa ada perbedaan. Namun, perlu Anda ingat, ada batasan yang tetap harus Anda jaga.

Lalu, bagaimana dengan keluarga? Apa yang dapat dilakukan oleh keluarga para penyandang disabilitas untuk menghadapi kondisi ini?

Keluarga harus dapat terbuka dan berusaha menerima keadaan anggota keluarga atau pasangan Anda . Bukan hanya sebatas ucapan, Anda harus benar-benar sepenuh hati menerimanya. Jika Anda tidak mampu menerimanya, dapatkah Anda bayangkan bagaimana dengan mereka yang harus menjalani kehidupan di dalam kekurangan itu? Jadilah kuat dan bantu mereka menerima keadaan mereka dengan lapang dada.

Belajarlah dari keadaan dan biasakan diri dengan hal itu. Jika anggota keluarga Anda baru saja menjadi penyandang disabilitas karena penyakit, kecelakaan atau alsan apapun, Anda harus cepat menerima perubahan tersebut dan bantu mereka untuk melewati fase penolakan, marah, penyesalan hingga fase dimana mereka mampu menerima keadaan mereka. Anda harus menyiapkan badan dan pikiran Anda untuk membantu para penyandang disabilitas. Anda juga dapat mempelajari bagaimana cara menangani dan mengurus penyandang disabilitas, sehingga Anda mampu membantu mereka dengan lebih baik.

Bantu penyandang disabilitas untuk terhindar dari bullying dan dikucilkan. Tidak dapat dipungkiri, masyarakat Indonesia tidak semuanya berpikiran terbuka dan dapat mendukung para penyandang disabilitas, bahkan tidak menutup kemungkinan para penyandang disabilitas mengalami bullying dan juga dikucilkan dari lingkungannya karena keterbatasan yang mereka punya. Kita tidak dapat mengubah cara pikir masyarakat luas, tapi setidaknya kita dapat maju dan menunjukan kepada mereka, apa yang harus kita lakukan.